oleh

Adnan: Sesuaikan Dengan Kondisi Korona

MAJENE — Pelaksanaan Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majene, tak semeriah biasanya.

Kali ini, perayaan yang digelar Pemkab Majene, Kementerian Agama dan pengurus Majid Agung Ilaikal Mashir, Rabu 4 November, berjalan secara sederhana. Meski begitu, tak mengurangi khidmatnya acara tersebut.

Adnan: Sesuaikan Dengan Kondisi Korona

Pada maulid ini, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Majene, Adnan Nota meminta pada seluruh yang hadir agar tetap taat protokol kesehatan (prokes) terkait covid-19.

Seperti dengan perayaan maulid ini, yang biasanya berlangsung meriah dan dihadiri banyak orang. Namun kali ini digelar terbatas. Adnan menekankan, pelaksanaan Maulid Nabi tahun ini harus menyesuaikan dengan kondisi terkini dimana pandemi korona masih mengamcam setiap individu.

“Tetap kita sesuaikan dengan anjuran pemerintah. Rasulullah telah mengingatkan, untuk urusan dunia menjadi domain pemerintah. Kita harus tetap pakai masker dan jaga jarak. Semoga di tahun ini ditemukan vaksin dan tahun depan kita bisa beraktivitas dengan normal,” harapnya.

Ia juga menyampaikan, sekira 90 persen muslim merayakan Maulid Nabi. “Banyak ayat dalam Alquran dan Hadis yang mengharuskan kita mencintai Rasulullah. Salah satunya, siapa yang mencintai Rasulullah maka kelak akan bersama di surga,” ucapnya.

Pj. Sekda Majene, Masriadi Nadi Atjo menerangkan, Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan sarana syiar Islam dalam menumbuhkan dan meningkatkan keimanan.

Masriadi berharap seluruh elemen masyrakat, utamanya para pegawai untuk selalu meniru ahlak Rasulullah dalam gerak dan langkah. “Terutama dalam menjalankan tupoksi selaku aparatur sipil dan pelayan masyarakat,” tandasnya.

Kegiatan ini dirangkaikan pemberian piagam penghargaan kepada 29 santri kelompok pengajian Masjid Ilaikal Mashir yang telah khatam Alquran. (dir)

Komentar

News Feed