oleh

ADD tak Cair, Kades Protes

MAMUJU – Dari 88 desa di Mamuju, hanya 53 yang menerima Alokasi Dana Desa (ADD). Sisanya, menunggu tahun depan.

Hal tersebut mendorong sejumlah kepala desa (Kades) potes. Mereka menyambangi kantor bupati Mamuju, Senin 28 Desember.

Mereka mempertanyakan kemana anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tersebut.

Kepala Desa Keang Kecamatan Kalukku, Adi Wijaya, mengaku heran mendengar ada desa yang tidak menerima ADD tahun ini. Padahal anggaran DAU dari pusat sudah turun 100 persen.

“ADD dan DD itu sama. Kalau keterlambatan karena kosong kas, harusnya itu tidak boleh terjadi,” kata Adi, saat dikonfirmasi di Kantor Bupati Mamuju, Senin 28 Desember.

Kepala Bidang Keuangan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mamuju, Endang menyebutkan, desa yang belum menerima ADD terlambat memasukkan rekomendasi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Mamuju.

Dengan demikian, ADD tersebut bakal dibayarkan pada awal tahun depan. Pembayaran bisa dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri dalam Negeri (Permendagri) Nomor 64 Tahun 2020.

“Kami akan mengajukan ke pimpinan untuk melakukan pengurangan belanja. Karena ada kewajiban ADD harus dibayar,” jelas Endang.

Untuk diketahui desa yang belum menerima ADD antara lain, Desa Boda-boda, Sandapang, Tanam Buah, Kopeang, Karampuang, Karama, Rante Mario, Tamemongga, Bunde dan Saletto.

Lainnya, Desa Keang, Tapandullu, Guliling, Buttuada, Botteng, Tadui, Banua Ada, Kondobulo, Tommo, Kakulasan, Batupannu, Lebani, Bambu, Bonda, Karataun, Kalumpang, Tanete Pao, Leling Utara, Papalang dan Orobatu. (m2/jsm)

Komentar

News Feed