oleh

Achmad Djauhari, Legenda PSM dan Timnas dari Tinambung

BERBURU informasi rekam jejak Achmad Djauhari, penulis berusaha menghubungi beberapa orang yang layak jadi narasumber. Diantaranya: H. Muhammad Bakri, rekan setim di PS. Orion Karama dan PS. Polmas. Muslimin, teman sekamarnya saat di PSAD Ujung Pandang. Suaeb Rizal, eks. PSM dan Timnas Indonesia. Hj. Badriana Amin dan H. Ahmad Rumi, istri dan putra ketiga mendiang Achmad Djauhari.

Oleh: Yudi Sudirman (Pengamat/Pemerhati Sepakbola)

Bersama Firman, pemuda kelahiran Manjopai’ yang sekarang berdomisili di Tammangalle, penulis langsung mengunjungi kampung halamannya di Desa Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Permukiman yang berada di pesisir pantai tersebut, penulis menemui salah seorang legenda PS. Polmas dan PS. Orion, klub amatir yang ada di Karama.

Namanya H. Muhammad Bakri, beliau merupakan rekan setim Achmad Djauhari di PS. Polmas dan PS. Orion.

Muhammad Bakri menuturkan bahwa awalnya ia dan Achmad Djauhari bermain untuk PS. Bintang Pesisir yang belakangan berganti nama menjadi PS. Orion.

“Nama Orion diambil dari nama salah satu rasi bintang, olehnya itu penulisannya kerap menggunakan bintang (*) pada titik atas hurup (i)-nya” jelas bapak kelahiran 1947 ini.

Selain memperkuat PS. Orion, Muhammad Bakri dan Achmad Djauhari juga tercatat sebagai pemain PS.Polmas pada era Bupati Letkol (Purn) H. Abdullah Madjid.

PS. Polmas pada saat itu menjadi klub yang cukup disegani di wilayah Sulawesi Selatan. Tim ini ditangani oleh Syahruna, pesepakbola Mandar lainnya yang lebih dulu memperkuat PSM Makassar dan Timnas Indonesia. (tentang Syahruna akan kami ulas di edisi berikutnya).

Dalam membentuk tim, Syahruna yang dikenal sebagai anggota aktif TNI-AD saat itu, melakukan pencarian pemain bertalenta sampai ke desa-desa dalam wilayah Kabupaten Polmas (sekarang Polman).

Adapun pemain yang didapatnya dari hasil blusukan tersebut diantaranya: Kamaruddin, Lipu, Daaming, Syarifuddin (Tinambung) Saeni, Usman, Saeful (Limboro), Pawellongi (Pambusuang) Ramli, Karman (Campalagian) Haeruddin, Hadrawi, Parakkasi, Hasan Basri, Muhammad Bakri dan Achmad Djauhari (Karama).

Komentar

News Feed