oleh

ABS

-Kolom-1.334 views

PERILAKU senang berpura-pura terjadi di banyak tempat. Menjadi hal yang seolah-olah lumrah.

Dalam lingkungan organisasi pemerintahan, swasta atau komunitas. Yang memiliki struktur atasan-bawahan. Mengatakan yang tidak sebenarnya. Untuk menyenangkan yang posisinya lebih tinggi.

Dilakukan bawahan terhadap atasan. Demi mempertahankan posisi, kedudukan atau jabatan. Yang telah memberi kenikmatan atau rasa nyaman sebagai fenomena klasik. Itulah ABS: Asal Bapak Senang.

Modus ABS, umumnya berupa laporaan kepada atasan, secara tertulis maupun lisan yang tidak sesuai kondisi sebenarnya. Kekurangan dan kelemahan ditutupi dengan cara yang dibuat-buat.

Modus lain ABS, adalah berpura-pura tunduk, patuh di hadapan atasan. Kerap disertai pengalihan ke topik lain untuk menghindar pertanyaan mengenai yang sebenarnya.

Perilaku ABS, tidak berlebihan disebut sebagai praktik “menjilat”, akan berakibat terjadinya kompetisi tidak sehat dalam organisasi. Yang menjadi ukuran bukan prestasi atau kinerja, melainkan kemampuan melakukan ABS.

Bagi yang terbiasa berperilaku ABS, bekerja sesuai ketentuan hanya formalitas. Sekedar menggugurkan kewajiban. Toh, semua bisa diatasi dengan ABS.

Komentar

News Feed