oleh

Abaikan Rekomendasi DPRD Mamuju, Pilkades Terus Berlanjut

MAMUJU – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Mamuju, bakal tetap bergulir Rabu 22 Desember. Termasuk untuk desa-desa yang bermasalah. Itu artinya, salah satu rekomendasi DPRD Mamuju tentang penundaan Pilkades di desa bermasalah diabaikan eksekutif.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Mamuju hanya melakukan penundaan Pilkades di Desa Sampaga. Itu pun karena buntut dari pengrusakan Kantor Camat Sampaga pekan lalu yang diduga dilakukan pendukung salah satu bakal calon yang tidak diloloskan dalam seleksi.

Bupati Mamuju St Sutinah Suhardi mengatakan, tidak bakal mengintervensi panitia tingkat kabupaten dalam menjalankan setiap tahapan Pilkades. Ia mengklaim jika sepuluh poin rekomendasi DPRD Mamuju telah ditindaklanjuti DPMD Mamuju “Rekomendasi itu sudah dijawab DPMD. Saya menyerahkan sepenuhnya kepada panitia pelaksana. Kita tidak akan mengintervensi. Memang mereka sudah sesuai aturan,” kata Sutinah, Senin 20 Desember 2021.

Ia pun mengimbau warga yang memiliki hak pilih agar memilih kepala desa sesuai hati nuraninya. Terhadap Cakades, diminta agar tetap menjaga ritme jangan sampai terjadi hal-hal ayng dapat memicu konflik di desa. “Semoga Pilkades tetap berjalan lancar dan warga memilih Cakades yang amanah dalam memimpin. Ada pun bakal calon yang tidak lulus bisa menerima hasilnya,” terangnya.

Sutinah pun juga merespon terkait pengrusakan Kantor Camat Sampaga dan Kantor DPMD Mamuju, yang diduga dilakukan pengunjuk rasa. Menurutnya, hal itu tidak dibenarkan dalam menyampaikan aspirasi. “Tidak masalah lakukan demo kalau tidak sesuai. Kita tidak mengutuk demonya, tapi kita tidak setuju kalau oknum dari mereka melakukan pengrusakan,” ujar Sutinah.

Sekretaris DPMD Mamuju, Muhammad Fauzan Basir mengatakan, pelaksanaan Pilkades serentak akan tetap berjalan. Saat ini prosesnya sudah masuk masa tenang pasca kampanye. “Kami sudah rapat dengan bupati (Sutinah, red) dengan para Plt kades, tetap berlanjut. Ada satu desa ditunda, yakni Desa Sampaga, itu ditunda. Jadi hanya 47 Desa yang berpilkades,” ujar Fauzan.

Segala persiapan, lanjutnya, telah dilakukan. Termasuk distribusi kerta suara telah disalurkan ke 47 desa. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polresta Mamuju dan Kodim 1418 Mamuju, terkait pengamanan Pilkades. (ajs)

Komentar

News Feed