oleh

9.800 Peserta BPJS Kesehatan Dinonaktifkan

TOPOYO – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Mamuju Tengah (Mateng), menonaktifkan sebanyak 9.800 peserta di Bumi Lalla’ Tassisara’.

Keseluruhan peserta yang terkena penonaktifan tersebut, merupakan tanggungan Pemprov Sulbar. Namun karena Pemprov Sulbar tak lagi memperpanjang tanggungan, sehingga BPJS Kesehatan pun melakukan tindakan menonaktifkan kepesertaan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mateng Agus I Artha Subadi, kepada wartawan di kantornya menyampaikan, 9.800 peserta itu memang menjadi tanggungan Pemprov Sulbar. Sebab berada di bawah garis kemiskinan, sehingga Pemprov Sulbar memiliki tanggung jawab dalam membayar iurannya.

“Dan yang memutuskan iuran BPJS Kesehatan itu dari Pemprov Sulbar juga,” ungkap Agus.

Ia melanjutkan, dalam setahun ini memang iuran seluruh peserta itu ditanggung Pemprov Sulbar. Kemudian untuk 2021 ini, ternyata tidak diperpanjang lagi. Jika tak segera dinonaktifkan, pihak BPJS Kesehatan yang akan kesulitan dalam proses penagihan dari pihak penyelenggara kesehatan.

Ia mengaku, sebenarnya akhir tahun kemarin sudah diupayakan untuk berkoordinasi dan negosiasi agar iurannya diperpanjang kembali. Namun hasil akhirnya nihil. “Jadi kami cabang di Mateng, pada Januari ini harus menonaktifkan,” tegasnya.

Ditanya mengenai alasan Pemprov Sulbar memutus kerjasama itu, Agus mengaku tidak tahu-menahu. “Mungkin pendanaan yang minim, apalagi saat ini masih dalam kondisi pandemi covid-19,” kilahnya.

Agus mengaku, persoalan ini sudah dikoordinasikan ke Pemkab Mateng. Harapannya tinggal disana, agar dapat meng-cover masyarakat yang terputus jaminan kesehatannya. Tinggal menambah anggaran sebesar Rp 4 miliar dalam setahun untuk menjamin sebanyak 9.800 orang itu.

Untuk diketahui, saat ini sebanyak 35 ribu orang yang dijamin Pemkab Mateng. Dengan anggaran setahun mencapai Rp 16 miliar. “Harapan kami tinggal di Pemkab Mateng, agar mencover jaminan kesehatan bagi masyarakat di bawah garis kemiskinan,” tutup Agus. (m6/dir)

Komentar

News Feed