oleh

78 Peserta dari 10 Kecamatan Ikuti STQH

MAMUJU – Meski masih suasana darurat pasca gempa, namun tak lantas menyurutkan semangat 78 peserta dari 10 kecamatan di Mamuju mengikuti Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) ke XXVI.

STQH ke XXVI yang terpaksa digelar di pelataran Rumah Adat Mamuju itu resmi dibuka pada Senin malam 22 Maret 2021.

Bupati Mamuju Sutinah Suhardi mengatakan, pelaksanaan STQH tahun ini sejalan dengan visi misi Mamuju Keren yang digagasnya bersama Ado Mas’ud.

“Insya Allah ke depan, kita akan memprogramkan satu desa satu rumah tahfidz. Targetnya, setiap desa akan melahirkan sepuluh santri yang akan menjadi hafiz dan hafizah,” kata Sutinah.

Sutinah berharap, dalam seleksi yang bakal digelar hingga 25 Maret tersebut, peserta tetap menjunjung tinggi sportifitas. Sehingga peserta terbaik bakal mewakili Mamuju di seleksi tingkat provinsi untuk mencari wakil Sulbar di tingkat nasional.

“Junjung tinggi sportivitas dan persaudaraan. Terlebih saya dengar semua peserta adalah SDM Mamuju asli, tidak ada pemain bayaran,” sebutnya.

Pelaksanaan STQH bertajuk “Dengan Semangat STQH, Kita Lestarikan Khasanah Budaya Islam dan Membangun Generasi Qurani”, bakal memperlombakan beberapa cabang.

Diantaranya, Tilawah Anak dan Dewasa bagi putra putri, Hifzil Quran 1,5,10,20,30 Juz bagi putra putri, Hadits 200 dengan Matan Hadits serta 500 tanpa Matan Hadits bagi putra putri dan terakhir, Tafsir Al-Qur’an bagi putra putri.

“Semua kecamatan di Kabupaten Mamuju ikut berpartisipasi. Kecuali Kecamatan Bonehau,” beber Ketua Panitia STQH H. Tonga.

Sementara, Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Mamuju Usman mengatakan, pelaksanaan STQH akan menjadi tolak ukur sejauh mana hasil pembinaan masing-masing Kantor Urusan Agama (KUA).

“Jadi dalam pendaftaran panitia benar-benar selektif melihat KTP masing-masing peserta. Pesertanya harus peserta lokal,” jelasnya.

Kepala Bagian Kesra Pemkab Mamuju, Samsam menyebutkan, akan tetap berupaya melakukan yang terbaik. Meskipun saat ini kondisi sarana dan prasarana masih sangat terbatas.

“Apapun kondisinya kita akan tetap jalan. Namun mohon dimaklumi jika sekiranya dalam pelaksanaanya terdapat keterbatasan. Kami akan tetap berupaya sebaik mungkin melaksanakan STQH ini,” pungkas Samsam. (ade)

Komentar

News Feed