oleh

7 Orang Dimintai Keterangan, Polda Sulbar Pastikan Tak Terkait Berita

TOPOYO – Kepolisian mulai menemukan jejak atas kasus pembunuhan Demas Laira di jalan trans Sulawesi, Kamis 20 Agustus.

Polres Mamuju Tengah (Mateng) sudah mengumpulkan keterangan dari beberapa teman dekat korban. Keterangan dari lima orang teman dekat pria yang berprofesi sebagai wartawan itu. Kelimanya berdomisili di wilayah Kecamatan Baras Kabupaten Pasangkayu. Juga ada dua orang teman korban yang berdomisili di Mateng.

Kesimpulan sementara, tiga ruang lingkup melakukan penyelidikan lebih dalam. Untuk segera mengungkapkan motif dari peristiwa pembunuhan tersebut.

Kapolres Mateng, Muhammad Zakiy mengatakan, yang pertama adalah dari sisi profesinya sebagai wartawan. “Hal ini sudah dikonfirmasi oleh pemimpin redaksinya (Sulawesion.com). Korban ini mulai bergabung di medianya 1 Agustus 2020. Jadi baru 19 hari,” jelas Zakiy saat ditemui di kantornya, Senin 24 Agustus.

Baca Juga: Satu Sepatu Jadi Petunjuk, Motif Peristiwa Belum Juga Terungkap

Setelah beberapa beritanya diperiksa, menunjukkan tidak ada berita yang cukup kritis atau keras sehingga menimbulkan konflik. Artinya, masih tergolong aman dan standar seusia jurnalis awal. “Namun masih akan digali lebih lanjut, bagaimana kegiatannya sebagai pekerja media,” tambah Zakiy.

Petunjuk kedua, Demas tergabung dalam salah satu komunitas otomotif klub sepeda motor. Beberapa teman korban di klub sudah ditemui untuk dimintai keterangan. Ditelusuri perilaku Demas dan hubungan dengan klub itu. Mungkin saja terjadi sebuah konflik di dalamnya.

Ketiga, keluarganya. Saat ini Kasat Reskrim bersma tim penyidik Polres Mateng, masih pelan-pelan masuk dalam keluarganya untuk meminta keterangan lebih dalam. Sebab keluarga masih berkabung dan masih ada beberapa ritual untuk mengenang kepergian anggota keluarganya itu.

Diatanya apakah motif pembunuhan mengarah ke persoalan asmara atau pemberitaan, Zakiy enggan memberi jawaban maupun petunjuk. Alasannya, untuk mengungkap kasus ini diperlukan fakta-fakta yang bisa dipertanggungjawabkan.
Sementara, satu buah sepatu sebelah kanan yang menjadi barang bukti, bisa saja jadi petunjuk. Namun masih ditelusuri, apakah sepatu itu milik pelaku yang tertinggal atau memang sudah di TKP sebelum kejadian.

Ia menegaskan, Polda Sulbar memback-up penyelidikan ini. “Kami minta rekan-rekan pers bersabar dan berikan kami waktu sedikit lagi,” tutup Zakiy.

Tak Terkait Berita

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Syamsu Ridwan mengatakan, jejak pembunuhan ini sudah mulai terang. Namun demikian, Ia belum berani menyimpulkan siapa pelaku atas 17 tusukan pada tubuh korban.

Jelasnya, tewasnya korban tidak ada kaitannya dengan profesi sebagai wartawan.
Polisi masih mengumpulkan bukti untuk yang menguatkan penetapan tersangka nantinya. “Belum. Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Untuk sementara, diduga bermotif persoalan pribadi. Entah, apakah utang atau asmara. Kami belum bisa simpulkan ya. Nanti ketangkap pelakunya baru kami kabari ya,” jelas Ridwan, kemarin.

Terkait pemberitaan, tegasnya, tak ada keterangan saksi yang mengaku merasa dirugikan. Atas dasar itulah, diyakini kematian korban bukan berkaitan pemberitaan. (m6/dir)

Komentar

News Feed