oleh

5M Tambah 3T, Jalan Cegah Penyebaran Corona

KASUS positif Covid-19 di Sulbar melandai. Beberapa hari terakhir, angkanya turun drastis. Dua kabupaten bahkan telah menyentuh batas zona kuning. Sementara empat kabupaten lainnya, kini perlahan mengikuti.

OLEH: SUDIRMAN SAMUAL, MAMUJU

Sebulan lalu, Mamuju sempat masuk zona merah. Angka positif Covid-19 tak terbendung. Meledak. Membuat RSUD Regional Sulbar, di Mamuju, kewalahan. Bahkan sempat tak mampu menutupi kebutuhan oksigen per hari.

Peningkatan kasus itu, juga diikuti kabupaten-kabupaten lainnya. Terutama di Polewali Mandar. Rumah sakit di seluruh kabupaten pun disiagakan. Bersiap menerima pasien. Ruang perawatan ditambah. Bahkan, beberapa gedung lain “disulap” untuk menyambut jumlah penderita yang tak terkontrol peningkatannya.

Namun, hal yang dikhawatirkan tak terjadi. Ancaman ledakan kasus dalam jangka waktu lama tak terbukti. Penanganan Covid-19 di Sulawesi Barat berjalan sesuai harapan. Angka kasus perlahan menurun.

Bahkan, data New All Record (NAR) Satgas Covid-19 Sulbar per Minggu 5 September 2021, menunjukkan, kasus positif 25 orang. Di Mamuju dan Majene masing-masing satu kasus, di Pasangkayu dan Mamuju Tengah masing-masing dua kasus, di Mamasa 9 kasus dan di Polewali Mandar 10 kasus.

Dengan angka itu, Mamuju dan Majene berada di “Zona Kuning”, sementara empat kabupaten lainnya, beranjak dari “Zona Oranye” ke “Kuning”.

“Ini tidak lepas dari upaya semua pihak. Meningkatnya kesadaran akan bahanyanya virus ini, membuat masyarakat makin patuh terhadap prokes (protokol kesehatan,red). Ini kita apresiasi,” ujar Juru Bicara Covid-19 Sulbar, Saparuddin DM, pada Radar Sulbar, Minggu 5 September, petang.

Sekira sebulan lalu, angka kasus per hari mencapai di atas 200 kasus. Kemudian, turun ke angka 100-an kasus. Dan terus turun hingga rata-rata seperti kemarin, 25 kasus. Itu semua harus tetap dipertahankan, dengan terus menerapkan 5M.

Yaitu menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun sesering mungkin, mengurangi mobilisasi dan menghindari kerumunan.

Saparuddin menekankan, hal yang paling utama adalah tingkat kesadaran masyarakat tentang prokes. Kemudian, saat ini lebih banyak masyarakat berolahraga tiap hari. Dan yang paling utama adalah angka vaksinasi yang tinggi.

“Pembatasan-pembatasan, seperti WFH yang sudah berkali-kali, secara tidak langsung dapat mencegah peningkatan kasus. Sebab, itu bagian dari menghindari kerumunan di kantor, dan menghindari perjalanan luar daerah bagi pegawai ASN dan PTT,” sambungnya.

Harapan Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian (KominfoPers) Sulbar itu, angka ini akan seterusnya akan menurun. “Covid-19 di Sulbar turun, sehingga perekonomian bisa berjalan baik dan lancar,” ujarnya.

Upaya pencegahan ledakan kasus Covid-19 di Mamuju, juga tidak terlepas dari 3T. Yaitu testing, tracing dan treatment.

Saat Mamuju menyentuh Zona Merah, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Mamuju, Alamsyah Thamrin mengatakan, naiknya status Kabupaten Mamuju berdasarkan beberapa indikator. Terutama peningkatan kasus harian yang sangat signifikan.

“Zonasi peta risiko berdasarkan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana,red) Mamuju ini ke masuk zona merah,” kata Alamsyah. Ia menerangkan, zona merah bergantung pada jumlah kasus. Jika terjadi peningkatan kasus, otomatis menjadi zona merah. Sebaliknya, jika ada penurunan kasus zonanya juga mengikuti.

“Seumpama dalam sepekan ada penurunan kasus harian dari 50 menjadi dua atau empat kasus misalnya, secara otomatis berubah di peta risiko,” terang Alamsyah, yang juga sebagai anggota Satgas Covid-19 Mamuju.

Satgas sendiri, kata dia, telah membentuk Tim Tracing atau tim pelacak Covid-19 di masing-masing Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM). Tim tersebut melakukan pemeriksaan swab antigen pada warga yang pernah kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Ini disebut dengan sistem “jemput bola”.

“Ketika Puskesmas mendapati kasus, mereka melakukan tracing kontak. Minimal 30 orang di tracing dari satu pasien yang terkonfirmasi positif. Makin banyak kita tracing, semakin banyak kita temukan yang positif,” jelas Alamsyah.

Alamsyah mengaku, peningkatan kasus tersebut merupakan keberhasilan Satgas Covid-19 Mamuju menemukan kasus yang selama ini tidak terdeteksi. Dengan kata lain, upaya tracing yang maksimal sehingga temuan kasus juga banyak.

Alamsyah menegaskan, tak ada cara selain tetap menerapkan prokes secara disiplin. Hanya itu cara termudah, yang bisa dilakukan bagi setiap individu.

“Intinya, taat prokes. Tolong juga masyarakat, kalau boleh, yang selama ini tidak mau divaksin, marilah kita divaksin bersama-sama. Salah satu pencegahan adalah melalui vaksinasi. Tidak perlu mendengar hoaks-hoaks,” imbuh Alamsyah.

Program 3T juga ditekankan Wakil Bupati Mamasa Marthinus Tiranda. Kepada Satgas Covid-19 hingga seluruh aparatur pemerintahan kecamatan dan desa, diminta untuk bahu-membahu agar 3T berjalan efektif.

Di sisi lain, pelaksanaan 5M tetap dijaga. Dan melakukan pengawasan yang ketat terhadap kegiatan-kegiatan ritual di daerah yang terkenal dengan beragam tradisi kebudayaannya itu. “Jika angka meningkat, ritual rambu solo (upacara pemakaman,red) dan rambu tuka (upacara pernikahan,red) kita batasi,” sebut Marthinus. (***)

Komentar

News Feed