oleh

547 Nakes Batal Divaksin, 48,7 Persen Sudah Divaksin

POLEWALI – Baru 48,7 persen tenaga kesehatan (Nakes) yang ada di Kabupaten Polewali Mandar telah menjalani vaksinasi Covid-19. Data yang didapatkan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Polewali Mandar hingga Selasa 9 Februari sebanyak 1.397 Nakes yang telah menjalani vaksinasi dari 2.726 orang memiliki e-tiket untuk sasaran vaksin Nakes di Polman.

Dari jumlah tersebut presentasenya baru mencapai 48.7 persen, karena banyak Nakes ditunda pemberian vaksin dan batal diberikan karena tak memenuhi syarat. Sebanyak 547 Nakes batal menjalani vaksinasi dengan berbagai alasan mulai dari memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid, menyusui, hamil hingga penyitas Covid-19.

Sedangkan Nakes yang ditunda pemberian vaksinasi sebanyak 418 orang karena pada saat menjalani screening atau diperiksa yang bersangkutan mengalami darah tinggi. Sehingga dilakukan penundaan pemberian vaksinasi.

Bagian Data Bidang Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Polman, Indri menyebutkan vaksinasi Covid-19 bagi Nakes masih terus belanjut bagi yang mengalami penundaan. Tetapi hingga Selasa 9 Februari, 20 Puskesmas, RSUD Polewali, RS Pratama Wonomulyo, Klinik Urdokkes Bhayankara Polres Polman dan dua rumah sakit swasta tenaga kesehatannya telah melakukan vaksinasi. Tetapi ada beberapa Nakes yang ditunda karena saat diperiksa tekanan darahnya naik.

Hingga saat ini sudah ada 1.397 Nakes yang telah menjalani vaksinasi. Data ini akan terus bertambah karena beberapa puskesmas masih melakukan vaksinasi bagi yang tertunda. Sementara yang tidak dapat diberi vaksin sebanyak 547 Nakes karena penyitas Covid, menyusui, hamil dan komorbid.

“Hingga saat ini belum ada laporan dari Nakes yang telah divaksin mendapatkan kendala,” ujarnya.

Sementara itu data dari RSUD Polewali sebanyak 645 Nakes dan pegawai rumah sakit menjadi sasaran pelaksanaan vaksinasi. Tetapi hanya 499 orang yang telah dilakukan vaksinasi. Ada 87 orang Nakes di RSUD Polewali ditunda pemberian vaksin dan 30 orang Nakes tidak diberikan vaksin karena penyitas Covid, menyusui, hamil dan komorbid.

Nakes yang telah menjalani vaksinasi tidak ditemukan efek samping atau gejala berat selama 30 menit setelah dilakukan pemberian vaksin. Hal ini diungkapkan Direktur RSUD Polewali, dr Anita Umar.

Menurut dr Anita Umar, beberapa Nakes dan pegawai RSUD mengalami penundaan karena saat dokter melakukan screening ada gejala yang didapatkan. Kebanyakan hipertensi tekanan darah lebih atau sama dengan 140 per 90. Kemudian ada riwayat penyakit penyerta, hamil, ibu menyusui dan penyitas korona.

Ia juga menyebutkan ada 19 orang mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Artinya mengalami kejadia pasca vaksinasi. Semuanya gejala ringan, ada yang mengalami pusing, mual, keram dan muntah. Sementara gejala berat setelah vaksinasi tidak ada terjadi pasca 30 menit menerima vaksinasi.

“Dalam pelaksanaan vaksinasi ini kami terapkan sesuai SOP, melibatkan sejumlah dokter ahli penyakit dalam dan syaraf dalam melakukan screening sebelum Nakes divaksinasi. Bagi nakes yang telah menjalani vaksinasi kembali divaksin tahap kedua pada 14 hari kemudian,” jelasnya.

Ia berharap program vaksinasi ini dapat mencegah dan meningkatkan kekebalan tubuh dalam mengatasi pandemi Covid-19. (mkb)

Komentar

News Feed