oleh

48 Ton CPO PT Toscano Digelapkan, Orang Dalam Terindikasi Terlibat

PASANGKAYU – Pertama kali senjak industri kelapa sawit beropersasi di Kabupaten Pasangkayu, terjadi penggelapan Crude Palm Oil (CPO).

Perusahaan yang menjadi korban itu adalah PT Toscano Indah Pratama. Pabriknya beralamatkan di Desa Kalola, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu. Perusahaan ini baru dua tahun beroperasi setelah beralih kepemilikan dari tahun 2020.

Berdasarkan informasi dari sumber yang minta identitasnya dirahasiakan, tempat pembongkaran CPO itu berlangsung di salah satu rumah warga di Desa Watatu, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulteng. Saat pembongkaran dari tangki ke tandon, itu menggunakan mesin pompa dan diduda dikawal oleh aparat keamanan.

“Saat pembongkaran, itu ada beberapa orang yang hanya mondar mandir seperti lagi mengawasi. Kalau saya perhatiakan seperti aparat yang sedang berpakain preman,” tutur sumber di kediamannya, Senin 27 September 2021.

Sosial Securiti Lisensi PT Toscano Indah Pratama, Pernando Sinaga, via telepon membenarkan bahwa ada CPO mereka yang digelapkan. Ia bersedia bertemu dan memberikan keterangan. Kata Pernando, CPO yang digelapkan itu sebanyak 48 ton lebih.

“Kami sudah curiga, karena beberapa kali setelah pembongkaran di pelabuhan dan catatan yang kami terima itu ada penyusutan, berarti ada mobil tangki yang ‘kencing’. Sehingga kami mendesain lagi setiap tangki yang melakukan pemuatan CPO itu diberikan segel,” tutur Sosial Pernando Sinaga, Rabu 29 September 2021.

Kata Pernando, saat pengiriman CPO pekan kemarin terjadi lagi penyusutan, karena ada lima unit mobil tangki itu tidak sampai ke tempat pembongkaran di Pelabuhan Donggala. Ini terjadi pada Kamis 23 Sepetember 2021. Mobil yang tidak sampai di pelabuhan, masing-masing berplat nomor polisi DN 8451 VC, DD 8449 LC, DD 8718 KY, DC 8918 XV, DD 8408 RN.

CPO yang dibongkar di Pelabuhan Donggala itu sekllanjutnya dikirim ke Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk diolah menjadi minyak siap konsumsi. Dalam satu bulan PT Toscano melakukan pengiriman dua sampai tiga kali.

“Kerugian kami dari 48 ton, yang dicuri itu nklainya kurang lebih Rp 500 juta. Ini yang kami ketahui, sementara sebelum-sebelumnya itu juga ada yang digelapkan tapi kami tidak ketahui jumlahnya berapa,” ungkapnya.

Menurut Pernando, diduga juga ada keterlibatan orang dalam perusahaan mereka. Namun untuk pengembangan siapa saja yang terlibat itu dia serahkan kepada aparat penegak hukum, dimana yang menanganinya adalah Polres Donggala karena tempat kejadiannya itu berada di wilayah hukum mereka.

“Kami mau aman selama menjalankan investasi. Pabrik kami ada di Kabupaten Pasangkayu. Sedangkan di Donggala kami mengirim CPO ke Balikpapan. Saya berharap semua yang terlibat itu terungkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tandasnya. (asp/ham)

Komentar

News Feed