oleh

3M dan Vaksin Paling Efektif Tekan Penularan Virus Corona (1)

Grafik penularan virus corona terus menanjak. Penyakit menular ini hingga Selasa 17 November, terus bertambah. Angka penambahan penyakit yang populer disebut COVID-19 ini bisa ribuan kasus dalam sehari.

Oleh: Mustafa Kufung

BERUNTUNG persentasi kesembuhan pasien COVID-19 menggembirakan. Bahkan, presentasi kesembuhan secara nasional lebih baik 84,02 persen, dibanding secara global hanya 69, 56 persen, Selasa 17 November, lalu.

Begitu pula angka kematian pasien corona juga mengalami penurunan. Di depan peserta rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Kemenkes, Terawan Agus Putranto mengakui turun hingga 3,2 persen dibanding seminggu sebelumnya.

Tetapi sayang. Kasus baru terus bermunculan. Sepekan ini saja, rata-rata menyentuh angka di tiga ribuan keatas. Ini menandakan kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan masih sangat abai. Utamanya penerapan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan pakai sabun dengan air mengalir) belum disiplin betul.

Mulai pemerintah pusat hingga daerah. Terus berupaya mengkampanyekan 3M. Bahkan, hampir seluruh daerah di tanah air melakukan operasi yustisi, khusus protokol kesehatan. Di mana-mana di bagikan masker gratis, baik dari pemerintah maupun lembaga swasta lainnya. Pejabat pemerintahan mulai gubernur, bupati hingga pemerintahan desa sekalipun mengkampanyekan penggunaan masker setiap saat.

Ini dilakukan. Lantaran. Penerapan 3M paling efektif mencegah secara dini penularan COVID-19. Sambil menunggu vaksin yang kini sedang diuji coba. Badan kesehatan dunia, memang sejak kemunculan COVID-19 ini sudah menyarankan penerapan protokol kesehatan. Mulai dari menghindari kerumunan, jaga jarak paling pendek 1,5 meter, menggunakan masker, dan selalu cuci tangan dengan sabun pada air mengalir.

Kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Mayjen (Purn) TNI Dody Usodo, Senin 16 November di Mamuju, Sulawesi Barat, juga menekankan agar masyarakat disiplin menerapkan 3M.

”Langkah paling efektif mencegah penyebaran COVID-19 hanya 3M,” jelas Dody pada Apel Siaga Bencana yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar di Lapangan Korem 142 Tatag, Mamuju.

Delapan bulan terakhir ini, lanjut Dody, trend COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Selama ada vaksin, maka penerapan protokol kesehatan merupakan cara yang paling ampuh mengatasi penyebaran COVID-19. ”Hingga sekarang tingkat kepatuhan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan belum optimal,” nilai Dody.

”Pada forum ini. Kami ajak seluruh masyarakat Sulbar supaya patuh menerapkan dan mempedomani 3M. Aparatur pemerintah mulai level pusat hingga daerah diharapkan dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar disiplin dan patuh hingga tercipta kedisiplinan individu dan kelompok,” tambah Dody.

Pengaruh COVID-19 pada kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat sudah dirasakan. Seluruh aktivitas kehidupan nyaris terhenti, andai tak ada kebijakan bisa bekerja dari rumah (WFH). ”Disiplinan menggunakan masker merupakan kunci agar masyarakat dapat produktif dalam menjalankan perekonomian yang aman dari COVID-19,” pinta Dody.

Pemerintah sekarang terus berupaya dengan berbagai cara untuk mendorong seluruh pihak agar bersama-sama menegakkan kedisiplinan penggunaan masker. ”Semoga acara ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan masker di seluruh aktivitas kehidupan untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 dan tetap produktif,” tegas Dody Usodo. ***/bersambung

Komentar

News Feed