oleh

269 Karyawan Dirumahkan

MAMUJU – Sebanyak 269 karyawan dari sepuluh perusahaan di Sulbar, dirumahkan. Bahkan sudah ada delapan orang yang Putus Hubungan Kerja (PHK).

Lesunya dunia industri menjadi pemicu bagi perusahaan melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah karyawan.

269 Karyawan Dirumahkan

Tertinggi PT Kamantra Bangun Persada Mamuju, karyawan yang dirumahkan sebanyak 135 orang, menysul Grand Maleo Hotel and Convention Mamuju sebanyak 70 karyawan, Hotel Devina Majene 17 karyawan, berikut PT Metropolitan Intermedia Sulbar Mamuju dan Cinepolis Maleo Town Square, masing-masing 13 karyawan.

Sementara PT Semen Tonasa Desa Belang Belang Kecamatan Kalukku dan Hotel Pasifik Wonomulyo hanya satu orang karyawan yang dirumahkan.

Sementara, perusahaan yang melakukan PHK karyawannya adalah PT Permata Indo Sejahtera Mamuju sebanyak tujuh orang dan PT Olam Indonesia satu orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulbar, Maddareski Salatin mengatakan, bagi karyawan yang mendapat PHK diberi kompensasi berupa uang. Namun, bagi karyawan yang dirumahkan tidak mendapat upah sama sekali. Itu sudah sesuai kesepakatan dengan perusahaan.

“Yang dirumahkan, kami sudah kirim datanya ke Kementerian Tenaga Kerja untuk bisa diikutkan pada program kartu pra kerja,” kata Maddareski, saat dikonfirmasi, Rabu 8 April.

Untuk karyawan di Matos, lanjutnya, sudah dikembalikan lagi bekerja dengan perjanjian kerja antara pihak Matos dengan pekerjanya.

“Sifatnya juga sementara karena kondisi sekarang ini,” beber Maddareski Kepala Bidang Hubunga Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Mamuju, Oce Sulawijaya mengaku, sepanjang dua pekan ini pihak Distransnaker Mamuju standby di kantor untuk menerima aduan karyawan yang mendapat PHK.

“Hingga sekarang (kemarin, red), belum ada kasyawan yang datang mengadu,” pungkas Oce. (m2/jsm)

Komentar

News Feed