oleh

24 Gedung Sekolah di Mamuju Bakal Direhab

MAMUJU – Sebanyak 24 unit gedung sekolah di Mamuju yang rusak akibat gempa, bakal direhabilitasi.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Mamuju, Saharuddin, Rabu (22/9/2021).

Menurutnya, rehabilitasi gedung sekolah tersebut bakal dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rencana rehabilitasi dimulai tahun ini.

“Pengerjaan itu sebagai upaya pemulihan pasca gempa dan tidak termasuk dalam DAK (Dana Alokasi Khusus, red). Perkembangan terakhir yang kami peroleh, gambar bangunan sekolah sudah jadi,” kata Saharuddin.

Sekolah yang dimaksud adalah SDN 4 Mamuju, SDN 5 Mamuju, SD Inpres Tamasapi, Mamuju, SD Pahlawan, Desa Patidi, Simboro, SD Inpres Pasada, Simboro, SDN Bulu Takkang, Simboro, SDN 2 Karema, Simboro, SDN Kassa, Simboro, SDN Ganno, Simboro, SDN Limbeng, Tapalang dan SDI Bela dan Tapalang.

Berikutnya, SDN Anusu, Tapalang, SDN Inpres Takandeang, Tapalang, SDN Kecil Taloba, Tapalang, SDN Sandauhai, Tapalang, SDN Inpres Pempioang, Tapalang, SD Inpres Limbeng, Tapalang, SDN Kecil Tonimana, Tapalang, SD Negeri Tasipa, Tapalang dan SMPN 3 Tapalang.
Serta, SD Inpres Pettakean, Tapalang, SD Inpres Binanga 2, Mamuju, SD Negeri Salubiru, Tapalang Barat dan SMPN 2 Mamuju, Mamuju.

Rehabilitasi sekolah penting dilakukan lantaran hingga saat ini banyak gedung sekolah tak lagi bisa difungsikan. Sementara, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah dilaksanakan. Beberapa sekolah pun terpaksa memulai kegiatan belajar mengajar dari tenda darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Seperti yang terjadi di SD Negeri 4 Mamuju. Siswa berjumlah 345 orang tersebut terpaksa belajar di tenda darurat lantaran gedung tak lagi memungkinkan digunakan. Tak hanya ruangan kelas, ruangan guru, perpustakaan dan kantor pun juga mengalami hal sama.

Kepala SDN 4 Mamuju, Syamsul mengatakan, belum ada rencana perbaikan sekolah. Namun, Disdikpora Mamuju sudah mendata jumlah ruangan rusak berat. Walau begitu pihak sekolah tetap melaksanakan PTM.

“Untuk sementara digelar dibawa tenda BNPB dan empat ruangan kelas yang masih bisa difungsikan. Pembagian kelompok belajar, dibagi menjadi dua kelompok dengan jumlah siswa 15 orang,” pungkasnya (ajs)

Komentar

News Feed