oleh

176 Santri Terpapar Covid-19, Klaster Ponpes Hasan Yamani Bertambah

POLEWALI – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di klaster Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Hasan Yamani Parappe Kecamatan Campalagian bertambah. Setelah Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Polewali Mandar merilis adanya pertambahan santri Ponpes Syekh Hasan Yamani terpapar Covid-19, Senin 9 November.

Dari 24 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, Senin 9 November di Kabupaten Polman, 21 orang merupakan santri Ponpes Syekh Hasan Yamani Campalagian. Sementara tiga orang lainnya berasal dari Kelurahan Darma Kecamatan Polewali satu orang berinisial NS (30), kemudian dari Desa Banatorejo Kecamatan Tapango satu orang berinisial Sa (44) dan satu warga lainnya berasal dari Dusun Gusung Desa Panyampa Kecamatan Campalagian berinisal Ma (77).

176 Santri Terpapar Covid-19, Klaster Ponpes Hasan Yamani Bertambah

Sehingga jumlah santri dan pengasuh Ponpes Syekh Hasan Yamani terpapar Covid-19 hingga kemarin mencapai 176 orang. Seluruh santri dan pengasuh Ponpes Hasan Yamani yang terkonfirmasi positif Covid-19 sementara melakukan isolasi mandiri di pondok dengan pengawasan dari Puskesmas Campalagian dan Dinkes Polman serta Tim Gugus Tugas.

“Hari ini ada penambahan kasus baru yang positif di klaster Ponpes Hasan Yamani Campalagian sebanyak 21 orang. Semuanya tanpa gejala sehingga dilakukan isolasi mandiri di pondok dengan pengawasan dari petugas medis,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Polman, Andi Suaib Nawawi saat dikonfirmasi Senin kemarin.

“Awalnya ada beberapa yang bergejala dan setelah dilakukan pemeriksaan klinis oleh dokter, menyimpulkan ada gejala mirip Covid-19. Langsung kita lakukan swab kepada 592 orang santri termasuk pengasuhnya,” tambah Suaib Nawawi.

Santri dan pengasuh yang positif dilakukan isolasi mandiri di pesantren. Jika nantinya ada yang bergejala ringan akan dirawat di RS Pratama Wonomulyo dan kalau sakitnya berat akan dirawat di RSUD Polewali.

Terpisah Ketua Yayasan Ponpes Syekh Hasan Yamani, Ustads M Amin Said saat dikonfirmasi terpisah mengatakan seluruh santri dan pengasuh yang terkonfirmasi korona saat ini menjalani karantina mandiri di pondok.

“Semua santri dan pengasuh yang terpapar korona statusnya tanpa gejala sehingga kami putuskan karantina mandiri saja di pondok. Dari 176 santri dan pengasuh yang terkena korona diantaranya 22 santri putri dan ustazahnya,” ujar M Amin Said.

Mantan Anggota DPRD Polman ini menambahkan untuk saat ini pihak ponpes selain melakukan karantina bagi santri yang terpapar, juga meliburkan santri yang dinyatakan negatif pemeriksaan swab kemudian belajar secara daring.

“Perkembangan santri dan pengasuh alhamdulillah baik baik semua. Apalagi tetap dipantau tim medis,” ujar Amin Said.

Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar mengaku prihatin dengan kembalinya muncul klaster baru Covid dikalangan pondok pesantren. Sehingga Ia mengimbau pengasuh Ponpes untuk sementara waktu melakukan pembelajaran dari rumah melalui daring. Jika nanti situasi Polman sudah betul betul aman dari korona baru dibuka kembali pembelajaran tatap muka di pondok.

Pihaknya juga telah meminta pengurus Ponpes Hasan Yamani untuk memasukkan proposal untuk bantuan selama proses karantina mandiri. Langkah awal yang sudah dilakukan dengan memberikan suplemen vitamin dan penanganan medis kepada santri dan pengasuh yang terpapar.

“Kami juga meminta Satgas Covid melakukan sterilisasi di ponpes untuk dilakukan penyemprotan disinfektan. Termasuk pemberian vitamin dan suplemen kepada para santri dan pengasuhnya,” tandas Andi Ibrahim Masdar. (mkb)

Komentar

News Feed