oleh

Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa Dilakukan Bertahap

MAMUJU – Gempa bumi di Kabupaten Mamuju dan Majene, menimbulkan banyak kerusakan. Berdasarkan data penanganan bencana dari Pemprov Sulbar per 26 Januari 2021, tercatat korban meninggal dunia 108 jiwa, korban hilang 3 orang, luka berat 426 orang, luka sedang dan ringan 2.943 orang.

Banyak rumah warga yang rusak. Infrastruktur seperti jembatan, jalan penghubung juga rusak parah. Nilai kerugian di Mamuju mencapai Rp 120 miliar, dan nilai kerugian di Majene mencapai Rp 113 miliar.

Terkait kerusakan yang diakibatkan oleh gempa bumi, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah akan melakukan rehabilitas dan rekonstruksi secara bertahap pasca masa pemulihan tanggap darurat bencana saat ini.

“Nanti kita akan identifikasi infrastuktur yang rusak, kemudian perumahan penduduk yang rusak, fasilitas umum yang rusak itu akan kita identifikasi,” ujarnya, Kamis 28 Januari 2021.

Lebih lanjut, terkait kerusakan rumah warga, Muhadjir mengatakan, rumah dengan rusak berat nantinya akan dibantu penanganannya oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR. Terkait rumah rusak berat, dia mendapatkan laporan bahwa terdapat lebih dari 1.000 rumah yang mengalami rusak berat.

“Yang rusak ringan nanti kita harapkan ditangani oleh pemerintah daerah setempat, sedangkan yang rusak berat nanti akan dibantu oleh pemerintah pusat,” kata dia.

Kemudian untuk warga terdampak gempa bumi yang terjebak di perbukitan, pemerintah dalam hal ini BNPB juga telah menyalurkan bantuan dengan menggunakan helikopter.

Nantinya juga, terang Muhadjir, untuk perempuan ibu hamil dan anak-anak akan diungsikan ke posko pengungsian pusat, agar seluruh kebutuhan hidupnya dan pelayanan kesehatannya dapat terjamin dengan baik.

“Nanti akan kita lihat kalau di sana ada ibu-ibu hamil akan kita angkut, sehingga nanti bisa dilayani. Termasuk anak-anak. Jadi akan kita minta untuk turun aja jangan nunggu di sana,” pungkas dia.

Dalam kesempatan kunjungan kerjanya, Menko PMK secara simbolis menyerahkan bantuan pemerintah pusat berupa bantuan logistik, bantuan perlengkapan pengungsi, bantuan perlengkapan kebersihan, perlengkapan kesehatan, dan bantuan simbolis uang tunai kepada ahli waris korban meninggal dunia.

Kesempatan kunjungannya itu Menko PMK didampingi oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Gusti Ayu Bintang, Sestama BNPB Harmensyah, dan jajaran pejabat dari Kemenko PMK dan pejabat terkait. (ham)

Komentar

News Feed