oleh

Abrasi Mengancam Pendapatan Warga

PASANGKAYU — Pantai Tanjung Babia, Kelurahan Pasangkayu, terancam tidak dapat lagi dimanfaatkan karena digerus Abrasi.

Tempat itu selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal setiap hari libur karena dekat dari kota, kini mulai sepi tak ada lagi pedagang yang menjajakan kuliner khas Sulawesi.

Menurut salah seorang warga yang sering menjajakan jualannya, akrabnya disapa mama Agus mengatakan, ombak besar mulai menghantam bibir pantai Tanjung Babia itu sejak 13 Januari dan mengakibatkan badan jalan yang telah teraspal terkikis.

” Kalau tidak cepat ada solusinya ini pak, pasti jalanan depan warung saya akan putus dihantam ombak. Kalau ini putus, bisa dibilang saya tidak bisa lagi menjual, karena jalan yang rusak ini pas depan warung saya,” keluh Mama Agus, saat ditemui di warungnya, Kamis, 21 Januari.

Selain mama Agus, ada puluhan lapak warga yang terancam hilang apabila penanggulangan diarea pantai Tanjung Babia, terlambat. Apabila hal ini dibiarkan, masyarakat yang menggantungkan hidupnya ditempat tersebut akan hilang.

Sementara Arham, yang sering datang ke Pantai setiap akhir pekan, mengaku kaget setelah melihat kondisi jalanan hampir putus. Ia berharap pemerintah cepat turun tangan, agar kerusakannya tidak meluber.

” Saya hampir setiap hari Minggu datang kesini, untuk mandi – mandi air laut, apalagi makanan yang dijual disini itu sesuai selera saya, jadi kalau ini dibiarkan begitu saja, bisa jadi tempat ini tidak akan dikunjungi lagi, karena keindahannya sudah tidak ada, jadi saya harap pemerintah kita cepatlah turun tangan,” imbuh Arham.

Jalan di Tanjung Babia itu juga menghubungkan ke Markas Pemadam Kebakaran, apabila itu terputus, bisa dipastikan akan menghambat kerja – kerja petugas melakukan pemadaman, apabila dibutuhkan. (asp)

Komentar

News Feed