oleh

Pemkab Salurkan Bantuan ke 230 KK Terdampak Gempa

MAMASA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa salurkan bantuan untuk warga Mamasa yang terdampak gempa Majene-Mamuju.

Gempa Bumi dengan magnitudo 6,2 SR berpusat di Majene ini bukan hanya meruntuhkan sejumlah fasilitas umum dan pemukiman warga di Kabupaten Majene-Mamuju. Juga berdampak bagi warga di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa. Sejumlah sejumlah bangunan dan rumah penduduk di Tabulahan mengalami kerusakan.

Untuk membantu meringankan beban warga, Bupati Mamasa Ramlan Badawi bersama Dandim 1428 Mamasa Letkol Inf Stevi Palapa, Kapolsek Tabulahan Ipda Muh Illyas menyerahkan sejumlah bantuan untuk korban gempa di Kecamatan Tabulahan dan Aralle, Selasa malam 19 Januari.

Ratusan rumah di wilayah Kabupaten Mamasa yang berbatasan dengan Kabupaten Majene dan Mamuju dilaporkan mengalami kerusakan, baik rusak berat maupun rusak ringan.

Bupati Mamasa, Ramlan Badawi mengatakan, setelah pihaknya mendata warga terdampak gempa bumi yang ada di Mamasa. “Pihaknya kemudian menyalurkan bantuan, karena nanti setelah kita data baru kita salurkan,” ujar Ramlan Badawi.

Lanjut Ramlan, dari semua kecamatan yang terdampak gempa bumi yang ada di Kabupaten Mamasa. “Kita akan diberikan bantuan, mulai dari Rantebulahan Timur, hingga Kecamatan Tabulahan,” sebutnya.

Ramlan mengatakan paling dibutuhkan berupa makanan. Seperti beras, mie instan, ikan kaleng, makanan siap saji, tenda pengungsian, obat-obatan, perlengkapan bayi dan selimut.

Ia menambahkan, selain itu bagi warga yang terdampak gempa namun belum masuk dalam data. “Nanti kita akan berikan bantuannya menyusul, setelah rampung,” tambahnya.

Jika pendataan dilakukan agar sedapat mungkin mengetahui masyarakat yang terkena dampak gempa bumi. “Dengan begitu, tidak ada lagi warga yang terdampak bencana tidak menerima bantuan,” terangnya.

Data Dinas Sosial Kabupaten Mamasa, sebanyak 230 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya mengalami kerusakan serius.
Jumlah itu, menyebar di sembilan desa empat kecamatan. Di Desa Botteng Kecamatan Mehalaan 7 kepala keluarga dengan 32 jiwa. Desa Sindagamanik tiga kepala keluarga, Desa Paronda Bulawan satu kepala keluarga dengan empat jiwa. Kemudian di Kecamatan Aralle 106 kepala keluarga tersebar di Desa Uhaidao 24 Kepala Keluarga dengan 223 jiwa dan Desa Baruru 82 kepala keluarga dengan 314 jiwa.

Sementara Kecamatan Tabulahan 114 kepala keluarga yang berada di Desa Lakahang 28 KK dengan 116 jiwa, Desa Lakahang Utara 34 KK dengan 166 jiwa, Desa Tampa Kurra 17 KK dengan 67 jiwa dan Desa Timori 35 KK dengan160 jiwa. (r4/mkb)

Komentar

News Feed