oleh

BMKG Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Hoaks Gempa Susulan Magnitudo 8,2

MAMUJU – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat Dwikorita Karnawati mengimbau seluruh masyarakat di Sulawesi Barat, khususnya di Mamuju dan Majene, tidak terpancing informasi sesat terkait gempa susulan berkekuatan magnitudo 8,2 serta isu tsunami.

“Saya mohon masyarakat terutama di Mamuju dan sekiranya, tidak perlu panik dan jangan terpancing isu, apalagi ada mengatakan kekuatan bisa magnitudo 8,2. Ada lagi mengatakan harus keluar dari Mamuju, itu tidak benar,” kata Dwikorita di Mamuju, Minggu (17/1).

Pihaknya menegaskan, BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi gempa susulan dengan skala besar dari sebelumnya, bahkan adanya informasi potensi akan terjadi tsunami di Majene dan sekitarnya.

“Tidak pernah BMKG menyatakan hal seperti itu. Salah sama sekali,” kata dia.

Dirinya mengatakan, imbauan yang dikeluarkan adalah meminta masyarakat untuk selalu waspada dan menjauhi lokasi yang rawan, seperti bangunan tua, lereng gunung, dan daerah pesisir pantai.

“Kami imbau jauhilah bangunan yang mudah runtuh, cari tempat yang aman, jauh dari runtuhan bangunan, jauh dari lereng yang rawan longsor atau lereng gunung, dan cukup jauh dari pantai,” ucapnya.

Ia mengatakan, yang dikeluarkan BMKG adalah mewaspadai adanya gempa susulan, tapi tidak sebesar 8,2 magnitudo, atau kurang lebih sebesar dari peristiwa kemarin.

“Itu besar (6,2 magnitudo), tapi lebih banyak (skala gempa) rendah dari kemarin, itu saja. Semoga kita semua aman, ” katanya.

BMKG juga meminta kepada seluruh masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan dan meninggalkan Kota Mamuju, tetap tenang dan waspada sampai keadaan benar-benar normal kembali.

“Tidak perlu keluar Mamuju, kalau itu benar, tentu aku lari (keluar) duluan, karena kita masih disini. Insya Allah, Allah melindungi kita semua,” tuturnya. (riz/fin)

Komentar

News Feed