oleh

ASN Sulbar Dilarang Keluar Kota Saat Liburan Akhir Oktober

MAMUJU–Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, segera menerbitkan surat edaran larangan bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) ke luar kota Mamuju, saat libur nanti. Libur panjang yang dimaksud adalah, Maulid Nabi Muhammad SAW, 1442 H, dari tanggal 28 hingga 31 Oktober.

Penegasan Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeni Anwar disampaikan usai mengikuti rapat koordinasi (rakor), bersama Menko Polhukam RI, Mahfud MD, lewat video conference di ruang oval lantai III, Kantor Gubernur Sulbar, Kamis 22 Oktober.

”Larangan ASN keluar kota bagi ASN ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir Oktober 2020 ini,” jelas Enny kepada wartawan.

Menurut Enny, akan ada langkah-langkah diambil untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir Oktober ini. Pertama, lanjut Enny, yang akan dilakukan adalah segera mengadakan rapat bersama seluruh bupati se-Sulbar.

”Dalam rapat nanti, akan mencari cara bagaimana mengantisipasi penyebaran COVID-19 pada saat pelaksanaan Maulid Nabi. Perayan Maulid nanti akan berjalan kurang lebih selama tiga hari,” ungkap Enny.

Sesuai pesan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia, Mahfud, kutip Enny, dalam rangka perayaan Maulid Nabi untuk mengambil hikmahnya menjadi lebih baik.

”Jangan sampai menjadi jelek di bidang protokol kesehatan karena hari libur masyarakat, berkumpul dan membuat kluster baru penyebaran COVID-19,”jelas Enny, mengulang penyampaian Mahfud MD.

Atas pesan Mahfud, Enny menganti-wanti bagi ASN dan warga Sulbar pada umumnya, lantaran peringatan Maulid libur, lalu protokol kesehatan dilanggar. Harus memperhatikan protokol kesehatan dengan 3M. Hindari berkumpul yang melanggar protokol kesehatan. (mus)

Komentar

News Feed