oleh

16 Persen Pasien Covid-19 Punya Komorbid Jantung, Ini Cara Mencegahnya

PASIEN Covid-19 yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid umumnya bisa mengalami kondisi berat. Salah satunya adalah riwayat penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan pembuluh darah.

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah DR. dr. Isman Firdaus Sp.JP (K), FIHA, FAPSIC, FAsCC, FESC, FACC, FSCAI yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mengatakan, pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak akhir 2019 menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orang dengan penyakit jantung. Sebab paparan infeksi apapun termasuk infeksi Covid-19 dapat mencetuskan perburukan dari penyakit kardiovaskular.

“Seperti terjadinya kekambuhan penyakit jantung koroner atau gagal jantung menahun, bahkan lebih mudah terjadi kematian pada pasien Covid-19 yang memiliki penyakit jantung dibandingkan tanpa penyakit jantung,” kata dr. Isman dalam keterangan tertulis, Senin (27/9/2021).

Laporan rata-rata Rumah Sakit (RS) dimasa pandemi menunjukkan bahwa 16,3 persen pasien yang dirawat dari ruang isolasi Covid-19 ternyata mempunyai penyakit bawaan (komorbid) atau koinsiden penyakit kardiovaskular. Di masa sebelum pandemi dilaporkan bahwa laju rerata mortalitas di RS akibat serangan jantung adalah 8 persen, namun di masa pandemi, angka ini dilaporkan meningkat hingga 22-23 persen.

Untuk itu, ada cara pencegahan dan penanggulangan penyakit kardiovaskular untuk orang sehat maupun orang dengan penyakit jantung di masa pandemi.

1. Menghindari merokok dan asap rokok terutama di masa pandemi ini.

2. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menerapkan protokol kesehatan jaga jarak, memakai masker, kebersihan tangan, membatasi mobilitas, menghindari makan bersama dengan ketat.

3. Segera melakukan vaksinasi dengan sebelumnya terlebih dahulu berkonsultasi dan memperoleh rekomendasi dokter.

4. Gunakan fasilitas telekonsultasi yang banyak disediakan oleh Rumah Sakit maupun klinik kesehatan.

5. Tetap memiliki kesadaran dan aktif mempraktekkan kebiasaan dan budaya sehat jantung seperti tetap beraktifitas fisik secara teratur sesuai dengan kemampuan kerja jantung dan tubuh.

6. Pada orang dengan penyakit Jantung atau risikonya, sebelum berolahraga sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu jenis olahraga apa yang tepat sehingga tidak membebani kerja jantung.

7. Konsumsi makanan tinggi serat dan kurangi konsumsi gula, garam dan lemak.

8. Bagi orang dengan penyakit jantung, riwayat penyakit jantung, ataupun risikonya, perlu memperhatikan dan mematuhi jadwal obat rutin untuk pencegahan sekunder.

9. Berbagai spektrum penyakit kardiovaskular seperti gagal jantung, penyakit jantung rematik, hipertensi, gangguan katup jantung, gangguan irama jantung, dan penyakit jantung pada anak harus dipantau dan dikendalikan sebaik mungkin dengan senantiasa berkonsultasi kepada dokter spesialis jantung dan pembuluh darah agar kondisi jantung tetap stabil dan penderita bisa beraktifitas dengan baik. (jpg)

Komentar

News Feed