oleh

100 Hari Kerja, Tugas Berat Mengantre

MAMUJU – Bupati Mamuju Sutinah Suhardi dan Wakilnya Ado Mas’ud menjadikan penanganan pasca gempa bumi sebagai program utama seratus hari kerja pemerintahannya.

Walaupun hingga kini penanganan bencana masih menyisakan sejumlah senkarut dan belum optimal. Belum tampak intervensi secara signifikan yang dilakukan Pemkab Mamuju, selain membentuk Kelompok Kerja (Pokja) dan berkolaborasi dengan lembaga mitra NGO dalam menyalurkan sejumlah bantuan.

100 Hari Kerja, Tugas Berat Mengantre

Bahkan Dana Tunggu Hunian (DTH) yang sudah ada dalam tekening BPBD Mamuju juga dana stimulan rumah rusak akibat gempa, tak kunjung disalurkan. Pemkab Mamuju mengaku baru akan melakukan asesmen sesuai Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kartu Mamuju Keren (KMK) yang menjadi unggulan juga belum bisa direalisasikan dalam seratus hari kerja Sutinah-Ado. Pemkab Mamuju masih berkutat pada penyusunan formulasi dan mekanisme penerapannya.

Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi mengatakan, kritikan berbagai pihak terkait seratus hari kerjanya tentu bakal dijadikan bahan evaluasi dan motivasi untuk bekerja lebih baik lagi.

“Kritikan tidak masalah. Kita juga butuh kritikan dari masyarakat, yang penting membangun,” kata Sutinah, di Rujab Bupati Mamuju, Sapota, Anjoro Pitu, Senin 7 Juni.

Komentar

News Feed