oleh

1.800 KK di Malunda-Ulumanda Masih Bertahan di Pengungsian

MAJENE – Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majene Sirajuddin menyebut masih ada warga Kecamatan Malunda dan Ulumanda yang terpaksa tinggal di pengungsian. Jumlahnya sekira 1.800 KK.

Mereka tersebar di 10 titik pengungsian; Rui, Aholeang, Batu Susun, Salorindu, Kabiraan (dua titik), Tammalongan, Lombe, Palau, dan Lambu.

“Pada dasarnya saat ini tidak ada lagi warga yang mengungsi, cuman masih ada beberapa warga yang rubuh rumahnya yang tinggal di pengungsian dan hunian sementara,” jelasnya, Selasa 23 Maret 2021.

Mereka yang mengungsi sejak 15 Januari lalu, sangat berharap realisasi bantuan pemerintah terkait rehabilitasi dan rekonstruksi serta dukungan berupa dana tunggu hunian.

“Kami sementara melakukuan pendataan mudah-mudahan minggu depan sudah rampung, dan diuji publik selama lima hari. Setelah ini semua, maka proses pembangunan rumah untuk masyarakat bisa segera dilaksanakan,” papar Sirajuddin.

Dia menambahkan, warga yang menempati pengungsian sudah beraktivitas seperti biasanya. Sokongan logistik pun sudah diputus. “Dan mudah-mudahan awal bulan puasa ini sudah ada rumah warga yang terbangun,” imbuh Sirajuddin. (mab/rul)

Komentar

News Feed